Mengenang Lawatan Internasional PSM ke Bangladesh

M Dahlan Abubakar

M Dahlan Abubakar

Ketua Yayasan Lembaga Pers Sulsel
M Dahlan Abubakar

Latest posts by M Dahlan Abubakar (see all)

Ikut Turnamen, ‘’Buta’’ Kekuatan Lawan

Turnamen kali ini diikuti tim-tim: East Bengal Club, Mohammedan Sporting Club (India), PSM Makassar (Indonesia), Bargh Shiraj (Iran), Malaysia Merah, Malaysia Biru (Malaysia), Cosmos Club Moskow (Rusia), Friends Club Kopaendal (Nepal), Eastern All Star (Thailand), Muhammedan Sporting Club – Juara Bangladesh, dan runner up Piala Bangladesh 1996, Abahani Sangsad Krira Chakra  (Bangladesh). Sebelas tim dibagi ke dalam tiga pool. PSM bersama tiga tim lainnya (Iran, Thailand, dan juara Bangladesh) berada di pool C.

Di grup C (kemudian) terdapat tim Bargh Shiraj (Iran), Cosmos Club Moskow (Rusia), dan tuan rumah Mohammedan Sporting Club (SC), Dhaka yang satu pool dengan PSM. Biasanya, tuan rumah  turnamen selalu diandalkan. Apalagi yang ikut juga termasuk tim kampiun negara.

Ternyata, Sheraton Hotel berbintang 5, tempat PSM menginap, juga terdapat tim dari Rusia dan Malaysia A ditampung. Calon lawan PSM hanya Rusia setelah ada perubahan pool (dari D ke C). Justru Bargh Shiraj, Iran dan Eastern All Star, Thailand, juga se-hotel dengan PSM. Meski satu hotel dan sering bertemu, tidak ada komunikasi antarpeserta, kecuali terjadi ‘perang dingin’ di dalam hati masing-masing pemain. PSM sempat kaget juga, karena di tim Iran ini terdapat dua pemain yang pernah memperkuat tim nasional India dalam turnamen Piala Asia di Abu Dhabi sebelumnya. yakni Mohsan Ranjbaran dan Ali Zayai. The Daily Star yang terbit di Dhaka memuji keduanya sebagai pemain tengah yang brilian.

PSM bertemu tim Iran itu di pertandingan perdana 3 Januari 1997. PSM unggul pertama pada menit ke-24 melalui sontekan kaki Izaak Fatari (alm.). Iran menyamakan kedudukan pada menit ke-56 melalui pemain nasionalnya, Mohsan Ranjbaran. Kedudukan ini bertahan hingga pertandingan usai. Bargh Shiraj sudah membukukan nilai 3, hasil sekali menang (atas Eastern All Star) dan sekali seri atas tuan rumah Mohammedan SC, Bangladesh.

Tanggal 5 Januari 1997, PSM turun melawan Eastern All Star. Tampil dengan kostum kuning kombinasi kuning, PSM memilih pegang bola tendangan pertama. Pelatih M.Basri sudah wanti-wanti, harus menang, 2-0 atau 2-1. Seri saja harus angkat koper pulang.

Baru 20 menit pertandingan yang dipimpin Eshanul Haque dari Bangladesh ini bergulir, Luciano Leandro sudah menggetarkan jala Thailand yang dikawal Yutana. Tujuh menit kemudian, Musa Kallon dijatuhkan di kotak terlarang Thailand. Luciano Leandro yang menjadi eksekutor tendangan penalti ini menggenapkan keunggulan PSM 2-0 pada menit ke-27.

Dua menit (ke-47) setelah babak kedua bergulir, Izaak Fatari mencetak gol ketiga PSM, 3-0. Sayang, Somporn dari tim lawan berhasil memperkecil kekalahan timnya pada menit ke-50, ketika menjadi algojo tendangan penalti lantaran Ronny Ririn ‘’hands ball’’ di kotak putih, 3-1. Tetapi berselang 1 menit kemudian, Musa Kallon membukukan gol keempat PSM hingga unggul 4-1. Apichat memperkecil kekalahan timnya pada menit ke-62 menjadi 2-4 yang bertahan hingga usai pertandingan. Di pool C, kesebelasan Thailand dan Iran terpaksa angkat koper.